
MADODO, 28 Juni 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Desa (KKN-MD) Jurusan Ilmu Tanah melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan sekaligus pengabdian kepada masyarakat di Desa Madodo selama periode April hingga Juni 2026. Berbagai program yang dijalankan difokuskan pada penguatan sektor pertanian melalui praktik budidaya tanaman hortikultura serta edukasi pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk.
Sebagai bagian dari pembelajaran lapangan, mahasiswa melakukan praktik penanaman tanaman hortikultura, seperti bawang merah dan wortel. Kegiatan ini merupakan implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya terkait kesesuaian lahan dan teknik budidaya tanaman.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi karakteristik lahan di Desa Madodo yang didominasi material berbatu dan berada di wilayah dataran tinggi. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa keberhasilan budidaya tanaman tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik tanah, tetapi juga ditentukan oleh pengelolaan lahan, kondisi iklim, serta penerapan teknik budidaya yang tepat.
Selain melaksanakan praktik lapangan, mahasiswa KKN-MD juga mengadakan sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga dan kotoran ternak sebagai bahan baku pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai proses pengolahan limbah organik menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Pemanfaatan kotoran ternak juga diperkenalkan sebagai alternatif pupuk organik karena mudah diperoleh serta memiliki kandungan unsur hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.
Kegiatan sosialisasi mendapat respons positif dari masyarakat Desa Madodo. Warga mengikuti penyampaian materi dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai penerapan pupuk organik sebagai solusi pertanian yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan ekonomis.
Koordinator Humas KKN-MD Desa Madodo, La Aman, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengintegrasikan proses pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Kami berharap pengetahuan yang kami bagikan dapat mendukung pengembangan pertanian di Desa Madodo, sementara pengalaman yang kami peroleh di lapangan menjadi bekal dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon sarjana pertanian,” ujarnya.

Program KKN-MD tersebut turut memperoleh apresiasi dari Kepala Desa Madodo dan Camat Kontunaga. Keduanya menilai kehadiran mahasiswa memberikan kontribusi positif dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, khususnya melalui edukasi pemanfaatan limbah rumah tangga dan kotoran ternak menjadi pupuk organik yang mudah diterapkan, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-MD Jurusan Ilmu Tanah tidak hanya memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lapangan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui transfer pengetahuan mengenai pertanian berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong pengembangan sektor pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan di Desa Madodo.
Penulis
Nakril
