
KENDARI, KABARALIWU. COM — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ketahanan Nasional kembali bangkit dari tidurnya setelah beberapa tahun belakangan ini vakum dari hiruk piuk kegiatan. Tepat Minggu, 12 April 2026 kemarin oraganisasi itu kembali mengambil langkah awalnya dengan menggelar Musyawarah Luar Biasa (Mubeslub) yang di gelar di kantor sekretaris UKM ketahanan Nasional Di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam Kegiatan Mubeslub Perdana di tahun ini, UKM Ketahanan Nasional mengusung tema “Membangun Kembali Gerak Organisasi yang Progresif, Responsif, dan Berintegritas,”. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh pendiri UKM ketahanan Nasional, Muhamad Nur Fajar Maga.
Dalam sambutannya, Sang pendiri menekankan bahwa kebangkitan organisasi tidak hanya soal menghidupkan kembali struktur, tetapi juga mengembalikan ruh perjuangan yang sempat meredup.
“Kevakuman adalah pelajaran berharga. Organisasi ini harus bangkit dengan arah yang lebih jelas, nilai yang lebih kuat, dan komitmen yang tidak mudah goyah,” ujar dihadapan seluruh pengurus dan kader organisasi itu.
Dalam kebangkitan awal itu, UKM ketahanan Nasional tak hanya menggelar Mubeslub tetapi juga menggelar pemilihan ketua umum baru. Dan dalam kesempatan itu, melalui proses musyawarah yang berlangsung dinamis, forum secara resmi menetapkan Laode Fatin sebagai Ketua Umum UKM Ketahanan Nasional untuk periode 2026–2027 kedepan.
Usai terpilih, Laode Fatin dalam sambutan perdananya menyampaikan komitmennya untuk membangun kembali fondasi organisasi agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
“Kami tidak ingin sekadar menghidupkan kembali organisasi, tetapi memastikan UKM Ketahanan Nasional bergerak lebih progresif, responsif terhadap isu kebangsaan, dan berintegritas dalam setiap langkah. Ini adalah momentum kebangkitan,” tegasnya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu ia juga mengingatkan pentingnya konsolidasi internal dan partisipasi aktif anggota sebagai kunci utama dalam mengembalikan eksistensi organisasi di tengah dinamika kampus.
“Mubeslub ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga penegasan arah baru UKM Ketahanan Nasional sebagai wadah strategis dalam menumbuhkan kesadaran bela negara di kalangan mahasiswa”, jelasnya.
Terakhir, Fatin berharap Dengan kepemimpinan baru, organisasi mampu kembali mengambil peran penting dalam membangun karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.
Penulis : Nakril
